Sabtu, 23 April 2011

akhir masa

Tugasku telah hampir usai, 3 tahun sudah aku menimba ilmu dan pengalaman di bidang kesiswaan. Banyak suka duka kudapat, kadang aku harus mengorbankan banyak waktu untuk mengikuti kegiatan, sesaat harus pisah dengan keluarga kecilku yang berbahagia. Sering terasa iri juga melihat teman dan rekan yang bisa menghabiskan waktu libur bersama keluarga, hidup dengan wajar. Tak perlu dijadikan alasan lah, semua ada hikmah sendiri yang terkandung di dalamnya.
Selama 3 tahun, ada teman yang senang padaku, ada juga yang mungkin kurang simpati padaku, tapi itulah hidup. Manusia paling mulia dan sempurna di sisi Allah saja, tidak semuanya senang bahkan tidak sedikit yang memusuhi. Itulah Guru dalam perjalananku menuju dewasa. Sungguh tak kusangka waktu berlalu begitu cepatnya, tak terbendung lagi oleh zaman. Mau apa aku setelah ini? Tentu saja aku telah membuat perencanaan yang cantik, semestinya untuk lebih meningkatkan kepedulianku kepada siswa, demi tumbuh berkembangnya jiwa mereka untuk sukses hidup.
Apa saja yang telah kudapat selama 3 tahun? Apakah ada keuntungan materi? Yang jelas tiap kerja harus ada harga yang harus di bayar. Di dunia ini tak ada yang gratis. Sebesar apa? Itu memalukan, kalo pengen tau sebaiknya anda harus berani mencoba. Jangan suka berprasangka lah, seseorang akan paham setelah mengalami. Banyak keuntungan yang menggiurkan di sini, kesiswaan membuatku telah membangun jaringan yang sangat besar dengan para rekanan yang terkait dengan pelaksanaan tugasku. Silaturahim telah terjalin baik dengan rekanan-rekanan yang sungguh tak terbayangkan bisa terjalin hubungan persaudaraan yang baik. Dalam hal ini bisa kusebutkan ada New Cakrawala Pringlangu dengan Boss nya bernama Mas Catur, Dewa Computer Kajen dengan direkturnya Mas Toto Harsono, Dewata Tour Kedungwuni dengan Mas Arifin nya, Para Alim Ulama’ seperti Habib Luthfi Bin Yahya dan Kyai Zaenal Muttaqin Jenggot beserta para Ustadz yang telah banyak mewarnai kehidupan beragama di SMA 1 Doro dengan bimbingan dan petunjuk-petunjuknya.
Alkhamdulillah saat ini keadaan siswa-siswi SMA 1 Doro mengalami kemajuan pesat dalam upayanya mendekatkan diri kepada Sang Khalik, yang tentunya itu dapat menunjang kemajuan yang sesungguhnya. Ilmu setinggi langit tanpa Akhlak dan Aqidah, akan menjadi bencana besar dalam kehidupan. Meski pimpinanku tak begitu suka dengan gayaku yang dominan dalam keagamaan, tapi keyakinanku kepada-Nya telah mengalahkan segala suara yang muncul menyertai langkah-langkahku. Kita akan lihat hasil akhirnya. Karena dalam dunia ini yang akan menjadi penentu adalah di akhir bukan sebaliknya. Semoga Allah meridhoi dan membimbing langkahku beserta seluruh anak-anakku siswa SMA 1 Doro yang kucintai. Aku bisa saja di SMA 1 Doro selamanya, tapi seorang Pimpinan sekolah bukanlah elemen yang langgeng yang menentukan maju mundurnya sekolah. Salah pakai formula, racun lah yang di dapat, dan binasalah harapan-harapan bangsa.
Semoga generasi penerusku akan melanjutkan langkah yang lebih baik dan lebih maju, yang berorientasi penuh pada anak-anak untuk mencapai sukses yang sesungguhnya.

(Doro, 24 April 2011 jam 9.33 ujian bantara Gajah mada dan Eska trimurti SMA 1 Doro)